Senin, 29 Desember 2014

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS TERHADAP HASIL BELAJAR



PENGARUH PEMBERIAN TUGAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SDN 2 NGADIREJO KEC. POGALAN KAB. TRENGGALEK TAHUN AJARAN 2013/2014
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Penelitian Pendidikan”
Dosen Pengampu : Drs. Ibadullah Malawi, M.Pd.
Disusun Oleh :
Zaenal Arifin
NPM  12141379

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Dunia pendidikan sampai dengan sekarang akan tetap menjadi kajian yang tiada habis-habisnya, bahkan sampai akhir zaman nanti. Berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan telah banyak dilakukan dengan berbagai kebijakan dan inovasi yang dicetuskan.
Salah satu masalah pembelajaran pada SDN 2 Ngadirejo  adalah masih adanya pola pembelajaran yang sangat teoritis dan kurang inovatif. Metode pembelajaran yang sering digunakan para guru adalah metode ceramah. Hal ini mengakibatkan hasil membelajaran rendah karena tidak semua aktif dalam mengikuti pembelajaran yang hanya terjadi komunikasi satu arah. Siswa kebanyakan pasif dan guru yang cenderung aktif.
Keinginan siswa untuk belajar matematika masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan interaksi antara siswa dan guru. Sebanyak 75% siswa hanya diam dan bicara sendiri pada saat guru menerangkan, siswa yang pandai dan berani bicara saja yang aktif dalam proses pembelajaran.
Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran yang salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar dapat diperoleh peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.
Penggunaan metode Pemberian Tugas di SDN 2 Ngadirejo jarang digunakan, adapun alasan peneliti menggunakan metode Pemberian Tugas adalah untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Agar siswa dapat belajar dengan mudah dan memperoleh manfaat besar sesuai dengan kebutuhan kurikulum.





B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Proses pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung menggunakan metode ceramah, Sehingga dalam pembelajaran guru yang lebih aktif dan siswa kebanyakan pasif.
2.      Kurangnya pemahaman siswa dalam kegiatan belajar matematika. Mengakibatkan hasil belajar matematika siswa lebih rendah.
C.      Batasan Masalah
Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dalam penelitian perlu diberikan batasan masalah sebagai berikut :
1.    Variabel Bebas
Metode pemberian tugas ini adalah suatu metode yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan.
Variabel Terikat
hasil belajar Matematika dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik dalam mata pelajaran Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo

2.    Subyek yang diteliti adalah siswa kelas V SDN 2 Ngadirejo.

D.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan umum yang dicari jawabannya melalui penelitian ini adalah: Apakah dengan menggunakan metode Pemberian Tugaspada proses pembelajaran Matematika bisa mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV di SDN 2 Ngadirejo?




E.       Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggunakan metode pemberian tugas ini bisa untuk mempengaruhi dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SDN 2 Ngadirejo.

F.       Kegunaan Penelitian
Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:


1.      Bagi siswa
Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru dan untuk memudahkan dalam pemecahan sebuah permasalahan.

2.      Bagi Guru SD
Untuk lebih meningkatkan kinerjanya sebagai seorang pendidik, hal ini berkaitan dengan refleksi diri terhadap proses pembelajaran, khususnya berkaitan dengan penggunaan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan demi meningkatkan hasil belajar siswa sesuai apa yang diharapkan.

3.      Bagi Sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan
Meningkatkan suasana pembelajaran di kelas yang aktif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar yang lebih baik.

4.      Bagi peneliti
Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan untuk melaksanakan tugas di masa yang akan datang.


G.      Definisi Operasional Variabel
a.         Variabel Bebas          : Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya
Secara operasional, metode pemberian tugas memuat langkah-langkah sebagai berikut : 1)Guru memberikan tugas kepada siswa dan dikerjakan dirumah 2)Guru memberikan pemberitahuan bahwa tugas ini dikerjakan dirumah 3)setelah itu guru memberikan tenggang waktu seminggu untuk dikumpulkan  4) setelah dikumpulkan tugas dibahas bersama dikelas, 5) kemudian guru meneliti tugas yang telah dibahas siswa, 6)Selanjutnya guru memberikan nilai untuk tugas yang telah dikerjakan dan telah dibahas.


b.         Variabel Terikat        : Hasil Belajar Matematika SD
Secara operasional  hasil belajar Matematika dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik dalam mata pelajaran Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo. Secara khusus, nilai hasil belajar Matematika ini berupa skor yang dicapai oleh peserta didik dalam tes hasil belajar pada pokok bahasan pada mata pelajaran Matematika pada tingkat sekolah dasar.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A.      Kajian Pustaka
1.      Metode Pemberian Tugas
Pemberian tugas adalah guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan
Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya
langkah-langkah metode PemberianTugas adalah sebagai berikut :
1)      Guru memberikan tugas kepada siswa dan dikerjakan dirumah
2)      Guru memberikan pemberitahuan bahwa tugas ini dikerjakan dirumah
3)      setelah itu guru memberikan tenggang waktu seminggu untuk dikumpulkan
4)      setelah dikumpulkan tugas dibahas bersama dikelas,
5)      kemudian guru meneliti tugas yang telah dibahas siswa,
6)      Selanjutnya guru memberikan nilai untuk tugas yang telah dikerjakan dan telah dibahas.

2.      Hasil Belajar
Belajar adalah memodifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar  merupakan suatu perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar dalam arti luas ialah proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau, lebih luas lagi, dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. Belajar itu selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalamantertentu. (Drs A. Tabrani Rusyan, 1989: 7).
Hasil Belajar adalah penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa setelah menjalani proses pembelajaran. Cece Rahmat ( dalam Zainal Abidin. 2004:1 ) mengatakan bahwa hasil belajar adalah “ Penggunaan angka pada hasil tes atau prosedur penilaian sesuai dengan aturan tertentu, atau dengan kata lain untuk mengetahui daya serap siswa setelah menguasai materi pelajaran yang telah diberikan. Nana Sujana ( 1989:9 ) belajar didefinisikan sebagai proses interaksional dimana pribadi menjangkau wawasan – wawasan baru atau merubah sesuatu yang lama.
Selanjutnya peranan hasil belajar menurut Nasrun Harahab ( dalam Zainal Abidin. 2004:2 ) yaitu : a. Hasil belajar berperan memberikan informasi tentang kemajuan belajar siswa setelah mengikuti PBM dalam jangka waktu tertentu. b. Untuk mengetahui keberhasilan komponen – komponen pengajaran dalam rangka mencapai tujuan. c. hasil belajar memberikan bahan pertimbangan apakah siswa diberikan program perbaikan, pengayaan atau melanjutkan pada program pengajaran berikutnya. d. Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mengalami kegagalan dalam suatu program bahan pembelajaran. e. Untuk keperluan supervise bagi kepala sekolah dan penilik agar guru lebih berkompeten. f. Sebagai bahan dalam memberikan informasi kepada orang tua siswa dan sebagai bahan dalam mengambil berbagai keputusan dalam pengajaran “.

3.      Matematika
Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματίκά mathÄ•matikά) secara   umum ditentukan sebagai kajian pola dari struktur, perubahan dan ruang: tak resminya, seseorang dapat mengatakannya sebagai penelitian bilangan dan angka. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan”.
  “Matematika adalah bahasa simbol. Ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif: ilmu tentang pola keteraturan dan struktur yang terorganisasi mulai dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan ke aksioma atau postulat dan akhirnya ke dalil” (Ruseffendi, 1991 dalam Heruman, 2007:1).
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa matematika adalah ilmu yang berhubungan dengan bilangan dan angka yang merupakan bahasa simbol serta mempunyai prosedur operasional dalam menyelesaikan permasalahan mengenai bilangan.


B.       Kerangka Pemikiran
Berdasarkan teori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh penerapan metode Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo berhubungan denganpeningkatan hasil belajarsiswa bahwa penerapan metode pemberian tugas dalam mata pelajaran matematika diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa dituntut untuk lebih giat,lebih disiplin dan tanggung jawab dan lebih aktif sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sehingga pembelajaran Matematika di kelas lebih mudah untuk di mengerti..

C.      Hipotesis Penelitian
Hipotesis Alternatif (ha)
Ada pengaruh penerapan metode Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar Matematika  kelas V SDN 2 Ngadirejo.



BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Tempat dan Waktu penelitian
1.      Tempat Penelitian
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penulis memilih lokasi penelitian yaitu di SDN 2 Ngadirejo.  Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Karena lokasi SDN 2 Ngadirejo yang sangat strategis.
2.      Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Mei 2014.

B.       Metode dan Desain Penelitian
a.    Desain Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian True Experimental, dengan desain dua kelompok, yang satu kelompok kontrol dan satu kelompok eksperimen. Dalam penelitian ini,peneliti akan melakukan perlakuan dalam pembelajaran Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo denganmateri Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB. dengan metode pemberian tugas dan  membandingkan dengan kelompok kontrol dengan pendekatan eksperimen ,yaitu pembelajaran dengan metode pemberian tugasdan dengan tidak menggunakan metode pemberian tugas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar.Pada desain penelitian ini hanya dilakukan posttest pada kedua kelas, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Fungsi kelas kontrol adalah sebagai kelas pembanding untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kelas yang diberikan treatment dan yang tidak diberikan treatment.



Pra Test
Metode Pembelajaran
Pasca Test
Siswa kelas V A
Diberikan metode pemberian tugas
Pemberian Tes
Siswa kelas V B
Tidak diberi metode pemberian tugas
Pemberian Tes
Tabel 1.desain penelitian
1.      Siswa kelas V A diberi metode pemberian tugas
2.      Siswa kelas V B tidak diberi metode pemberian tugas

C.      Populasi, Sampling dan Sample penelitian

1.   Populasi
Populasi adalah seluruh individu yang ada diseluruh wilayah penelitian.Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah warga Sekolah Dasar Negeri 2 Ngadirejo.
2.      Sampling
 Sampling adalah teknik atau metode pengambilan sampel dari populasi.Teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah probabilitysampling maksudnya adalah teknik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample.Pada penelitian ini alasanya mengetahui nama atau identitas dari satuan individu populasi melaui daftar hadir siswa kelas V SDN 2 Ngadirejo.
3.      Sampel
Sampel adalah sebagian populasi yang dijadikan objek penelitian.Adapun populasi yang ada di SDN 2 Ngadirejo Kelas V adalah 21 siswa.Maka berdasarkan pertimbangan tersebut maka mengambil 1 sampel.

D.      Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1.   Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan test bentuk esai (uraian) untuk mengukur hasil belajar siswa kelas 5 SDN 2 Ngadirejo. Tes esai adalah sejumlah pertanyaan uraian yang membutuhkan jawaban atau sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang untuk mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai.

2.   Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar.Berikut ini dijelaskan masing–masing instrumen yang digunakan yaitu :

a. Tes
Pada penelitian ini menggunakan tes esai (uraian) sebanyak 5 soal. Pertanyaan mengacu pada pokok bahasan tentang Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB.siswa diminta untuk mengerjakan 5 soal tersebut.
dilakukan satu kali yaitu pada  post test. Post test dilakukan sesudah pelakuan (treatment). Tujuannya untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis dan kemudahan siswa  dalam menjawab pertanyaan setelah diberlakukannya pembelajaran dengan metode pemberian tugas..
              Langkah-langkah membuat tes, yaitu:
1)   Menyusun soal tes
2)   Mengadakan uji coba
3)   Menganalisis hasil uji coba



E.       Analisis Data
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan teknik statistik T-test dimana pada penelitian ini peneliti hanya menghadapi dua kondisi atau dua level, yaitu dari dua variabel nominal independen dan variabel interval dependen. Dan variabel terikatnya adalah variabel interval yaitu hasil belajar siswa. Peneliti dapat membedakan rata-rata dua kondisi hasil belajar yaitu baik memenuhi kriteria standart ketuntasan hasil minimal dan tidak baik yaitu tidak memenuhi standart ketuntasan minimal
























DAFTAR PUSTAKA

1.      Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif-Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru.
2.      Ahmad,A dan J.T.Prasetya.2005.Startegi Belajar Mengajar Bandung:Pustaka    Setia.
3.      Roestiyah.2008.Startegi  Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta
4.      Pengertian metode pemberian tugas. http://www.chanthuque.bolspot.com Di akses pada tgl 5 januari 2014.pukul 13.40
5.      Pengrtian hasil belajar http://www.subair63.wordpress.com.Di akses pada tgl 5 januari 2014.pukul 13.40
6.      Pengertian belajar. http://chanthuque.blogspot.com..Di akses pada tgl 5 januari 2014.pukul 13.40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar