PENGARUH PEMBERIAN TUGAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA
PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SDN 2 NGADIREJO KEC. POGALAN KAB. TRENGGALEK
TAHUN AJARAN 2013/2014
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Penelitian Pendidikan”
Dosen Pengampu : Drs. Ibadullah Malawi, M.Pd.
Disusun
Oleh :
Zaenal Arifin
NPM 12141379
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
IKIP
PGRI MADIUN
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Dunia
pendidikan sampai dengan sekarang akan tetap menjadi kajian yang tiada
habis-habisnya, bahkan sampai akhir zaman nanti. Berbagai upaya peningkatan
kualitas pendidikan telah banyak dilakukan dengan berbagai kebijakan dan
inovasi yang dicetuskan.
Salah
satu masalah pembelajaran pada SDN 2 Ngadirejo adalah masih adanya pola pembelajaran yang
sangat teoritis dan kurang inovatif. Metode
pembelajaran yang sering digunakan para guru adalah metode ceramah. Hal ini
mengakibatkan hasil membelajaran rendah karena tidak semua aktif dalam
mengikuti pembelajaran yang hanya terjadi komunikasi satu arah. Siswa
kebanyakan pasif dan guru yang cenderung aktif.
Keinginan siswa
untuk belajar matematika masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan interaksi
antara siswa dan guru. Sebanyak 75% siswa hanya diam dan bicara sendiri pada
saat guru menerangkan, siswa yang pandai dan berani bicara saja yang aktif
dalam proses pembelajaran.
Untuk itu
diperlukan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran yang salah
satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi
pelajaran agar dapat diperoleh peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada
mata pelajaran matematika.
Penggunaan
metode Pemberian Tugas di SDN 2 Ngadirejo jarang
digunakan, adapun alasan peneliti menggunakan metode Pemberian Tugas adalah untuk
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Agar siswa dapat belajar dengan mudah dan memperoleh manfaat
besar sesuai dengan kebutuhan kurikulum.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas maka identifikasi masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Proses
pembelajaran matematika di sekolah masih cenderung menggunakan metode ceramah,
Sehingga dalam pembelajaran guru yang lebih aktif dan siswa kebanyakan pasif.
2. Kurangnya
pemahaman siswa dalam kegiatan belajar matematika. Mengakibatkan hasil belajar
matematika siswa lebih rendah.
C. Batasan Masalah
Agar
tidak terjadi kesalahan penafsiran dalam penelitian perlu diberikan batasan
masalah sebagai berikut :
1. Variabel
Bebas
Metode pemberian tugas ini adalah suatu metode
yang diterapkan guru dalam
proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.
Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas
diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan.
Variabel Terikat
hasil belajar
Matematika dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dicapai oleh peserta
didik dalam mata pelajaran Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo
2. Subyek
yang diteliti adalah siswa kelas V
SDN 2 Ngadirejo.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan
umum yang dicari jawabannya melalui penelitian ini adalah: “Apakah dengan menggunakan metode Pemberian Tugaspada proses pembelajaran Matematika bisa
mempengaruhi hasil belajar siswa kelas IV di SDN 2 Ngadirejo?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggunakan metode pemberian tugas ini bisa untuk
mempengaruhi dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SDN 2 Ngadirejo.
F. Kegunaan Penelitian
Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan
beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Bagi siswa
Untuk
meningkatkan kemampuan
siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru dan untuk memudahkan dalam
pemecahan sebuah permasalahan.
2. Bagi Guru SD
Untuk lebih meningkatkan
kinerjanya sebagai seorang pendidik, hal ini berkaitan dengan refleksi diri
terhadap proses pembelajaran, khususnya berkaitan dengan penggunaan
pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan demi meningkatkan hasil belajar
siswa sesuai apa yang diharapkan.
3. Bagi Sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan
Meningkatkan suasana pembelajaran
di kelas yang aktif dan efektif dalam meningkatkan hasil
belajar yang lebih baik.
4. Bagi peneliti
Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan untuk
melaksanakan tugas di masa yang akan datang.
G. Definisi Operasional
Variabel
a.
Variabel Bebas : Metode Pemberian Tugas
Metode
pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam
proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.
Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas
diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan.
Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang
kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau
kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan
dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang
diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam
pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa,
dinilai, dan dibahas tentang hasilnya
Secara operasional, metode pemberian tugas memuat langkah-langkah sebagai berikut : 1)Guru memberikan tugas kepada siswa dan dikerjakan dirumah 2)Guru memberikan pemberitahuan
bahwa tugas ini dikerjakan dirumah 3)setelah itu guru memberikan tenggang waktu seminggu
untuk dikumpulkan 4) setelah dikumpulkan tugas dibahas bersama dikelas, 5) kemudian guru meneliti tugas yang telah dibahas
siswa, 6)Selanjutnya guru memberikan nilai untuk tugas yang telah
dikerjakan dan telah dibahas.
b.
Variabel Terikat :
Hasil Belajar Matematika SD
Secara operasional
hasil belajar Matematika dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang
dicapai oleh peserta didik dalam mata pelajaran Matematika kelas V SDN 2
Ngadirejo. Secara khusus, nilai hasil belajar Matematika ini berupa skor yang
dicapai oleh peserta didik dalam tes hasil belajar pada pokok bahasan pada mata
pelajaran Matematika pada tingkat sekolah dasar.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN
HIPOTESIS PENELITIAN
A.
Kajian
Pustaka
1.
Metode
Pemberian Tugas
Pemberian
tugas adalah guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas
diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan.
Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang
kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau
kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan
dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang
diberikan
Metode
pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam
proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.
Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. pemberian tugas
diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan.
Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang
kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau
kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan
dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang
diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam
pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa,
dinilai, dan dibahas tentang hasilnya
langkah-langkah metode PemberianTugas adalah sebagai berikut :
1)
Guru memberikan tugas
kepada siswa dan dikerjakan dirumah
2) Guru memberikan pemberitahuan
bahwa tugas ini dikerjakan dirumah
3) setelah itu guru memberikan
tenggang waktu seminggu untuk dikumpulkan
4) setelah dikumpulkan tugas dibahas
bersama dikelas,
5) kemudian guru meneliti tugas yang
telah dibahas siswa,
6) Selanjutnya guru memberikan nilai
untuk tugas yang telah dikerjakan dan telah dibahas.
2.
Hasil
Belajar
Belajar
adalah memodifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku
individu melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar dalam arti luas ialah
proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan,
penggunaan dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai,
pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau,
lebih luas lagi, dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang
terorganisasi. Belajar itu selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku
atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalamantertentu. (Drs A.
Tabrani Rusyan, 1989: 7).
Hasil
Belajar adalah
penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Dari
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar
adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa setelah menjalani proses
pembelajaran. Cece Rahmat ( dalam Zainal Abidin. 2004:1 ) mengatakan bahwa
hasil belajar adalah “ Penggunaan angka pada hasil tes atau prosedur penilaian
sesuai dengan aturan tertentu, atau dengan kata lain untuk mengetahui daya
serap siswa setelah menguasai materi pelajaran yang telah diberikan. Nana Sujana (
1989:9 ) belajar didefinisikan sebagai proses interaksional dimana pribadi
menjangkau wawasan – wawasan baru atau merubah sesuatu yang lama.
Selanjutnya
peranan hasil belajar menurut Nasrun Harahab ( dalam Zainal Abidin. 2004:2 )
yaitu : a. Hasil belajar berperan memberikan informasi tentang kemajuan belajar
siswa setelah mengikuti PBM dalam jangka waktu tertentu. b. Untuk mengetahui
keberhasilan komponen – komponen pengajaran dalam rangka mencapai tujuan. c.
hasil belajar memberikan bahan pertimbangan apakah siswa diberikan program
perbaikan, pengayaan atau melanjutkan pada program pengajaran berikutnya. d.
Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mengalami kegagalan
dalam suatu program bahan pembelajaran. e. Untuk keperluan supervise bagi
kepala sekolah dan penilik agar guru lebih berkompeten. f. Sebagai bahan dalam
memberikan informasi kepada orang tua siswa dan sebagai bahan dalam mengambil
berbagai keputusan dalam pengajaran “.
3.
Matematika
Matematika (dari bahasa
Yunani: μαθηματίκά mathĕmatikά) secara umum ditentukan sebagai
kajian pola dari struktur, perubahan dan ruang: tak resminya, seseorang dapat
mengatakannya sebagai penelitian bilangan dan angka. Dalam pandangan
formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak
menggunakan logika simbolik dan notasi matematika.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
“matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan
prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai
bilangan”.
“Matematika adalah bahasa simbol. Ilmu deduktif yang tidak menerima
pembuktian secara induktif: ilmu tentang pola keteraturan dan struktur yang
terorganisasi mulai dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan
ke aksioma atau postulat dan akhirnya ke dalil” (Ruseffendi, 1991 dalam
Heruman, 2007:1).
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik
kesimpulan, bahwa matematika adalah ilmu yang berhubungan dengan bilangan dan
angka yang merupakan bahasa simbol serta mempunyai prosedur operasional dalam
menyelesaikan permasalahan mengenai bilangan.
B.
Kerangka
Pemikiran
Berdasarkan
teori tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh penerapan metode
Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo
berhubungan denganpeningkatan hasil belajarsiswa bahwa
penerapan metode pemberian tugas dalam mata pelajaran matematika diharapkan
mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa dituntut untuk lebih
giat,lebih disiplin dan tanggung jawab dan lebih aktif sesuai dengan aturan
yang telah ditetapkan sehingga pembelajaran Matematika di kelas lebih mudah
untuk di mengerti..
C.
Hipotesis
Penelitian
Hipotesis Alternatif (ha)
Ada pengaruh penerapan
metode Pemberian Tugas terhadap Hasil Belajar Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Tempat
dan Waktu penelitian
1. Tempat
Penelitian
Sesuai
dengan tujuan penelitian, maka penulis memilih lokasi penelitian yaitu di SDN 2
Ngadirejo. Kecamatan Pogalan, Kabupaten
Trenggalek. Karena lokasi SDN 2 Ngadirejo yang sangat strategis.
2. Waktu
Penelitian
Pelaksanaan
penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Mei 2014.
B.
Metode
dan Desain Penelitian
a.
Desain Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan desain
penelitian True Experimental, dengan desain dua kelompok, yang satu
kelompok kontrol dan satu kelompok eksperimen. Dalam penelitian ini,peneliti
akan melakukan perlakuan dalam pembelajaran Matematika kelas V SDN 2 Ngadirejo
denganmateri
Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan
FPB. dengan metode pemberian tugas dan membandingkan dengan kelompok kontrol dengan
pendekatan eksperimen ,yaitu pembelajaran dengan metode pemberian tugasdan dengan
tidak menggunakan metode pemberian tugas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar.Pada desain penelitian ini hanya
dilakukan posttest pada kedua kelas, baik kelas eksperimen maupun kelas
kontrol. Fungsi kelas kontrol adalah sebagai kelas pembanding untuk mengetahui
apakah ada perbedaan antara kelas yang diberikan treatment dan yang
tidak diberikan treatment.
Pra
Test
|
Metode
Pembelajaran
|
Pasca
Test
|
Siswa
kelas V A
|
Diberikan
metode pemberian tugas
|
Pemberian
Tes
|
Siswa
kelas V B
|
Tidak
diberi metode pemberian tugas
|
Pemberian
Tes
|
Tabel 1.desain penelitian
1. Siswa
kelas V A diberi metode pemberian tugas
2. Siswa
kelas V B tidak diberi metode pemberian tugas
C.
Populasi,
Sampling dan Sample penelitian
1.
Populasi
Populasi adalah seluruh individu yang
ada diseluruh wilayah penelitian.Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian
ini adalah warga Sekolah Dasar Negeri 2 Ngadirejo.
2.
Sampling
Sampling adalah teknik atau metode pengambilan
sampel dari populasi.Teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini
adalah probabilitysampling maksudnya adalah teknik yang memberikan kesempatan
yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sample.Pada penelitian ini alasanya mengetahui nama atau identitas dari satuan
individu populasi melaui daftar hadir siswa kelas V SDN 2 Ngadirejo.
3.
Sampel
Sampel adalah sebagian populasi yang
dijadikan objek penelitian.Adapun populasi yang ada di SDN 2 Ngadirejo Kelas V
adalah 21 siswa.Maka berdasarkan pertimbangan tersebut maka mengambil 1 sampel.
D.
Pengumpulan
Data dan Instrumen Penelitian
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan
dengan test bentuk esai (uraian) untuk mengukur hasil belajar siswa kelas 5 SDN
2 Ngadirejo. Tes esai adalah sejumlah pertanyaan uraian yang
membutuhkan jawaban atau sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan
dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang untuk mengungkap aspek
tertentu dari orang yang dikenai.
2.
Instrumen Penelitian
Dalam penelitian
ini peneliti menggunakan instrumen berupa tes
hasil belajar.Berikut
ini dijelaskan masing–masing instrumen yang digunakan yaitu :
a.
Tes
Pada
penelitian ini menggunakan tes esai (uraian)
sebanyak 5 soal. Pertanyaan mengacu pada pokok bahasan tentang Menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB.siswa
diminta untuk mengerjakan 5 soal tersebut.
dilakukan
satu kali yaitu pada post test. Post test dilakukan sesudah
pelakuan (treatment). Tujuannya untuk
mengetahui kemampuan berfikir kritis dan kemudahan siswa dalam menjawab pertanyaan setelah
diberlakukannya pembelajaran dengan metode pemberian tugas..
Langkah-langkah
membuat tes, yaitu:
1) Menyusun
soal tes
2) Mengadakan
uji coba
3) Menganalisis
hasil uji coba
E.
Analisis
Data
Dalam
penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan teknik statistik T-test
dimana pada penelitian ini peneliti hanya menghadapi dua kondisi atau dua
level, yaitu dari dua variabel nominal independen dan variabel interval
dependen. Dan variabel terikatnya adalah variabel interval yaitu hasil belajar
siswa. Peneliti dapat membedakan rata-rata dua kondisi hasil belajar yaitu baik
memenuhi kriteria standart ketuntasan hasil minimal dan tidak baik yaitu tidak
memenuhi standart ketuntasan minimal
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Sudjana, Nana. 1989. Cara
Belajar Siswa Aktif-Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru.
2.
Ahmad,A dan
J.T.Prasetya.2005.Startegi Belajar Mengajar Bandung:Pustaka Setia.
3.
Roestiyah.2008.Startegi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta